Pada hari Jum’at tanggal 5 Mei 2023 pukul 08.00 WIB, Karyawan/Karyawati perwakilan semua Bidang dan Sekretariat pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak melaksanakan kerja bakti bersih-bersih di lingkungan Kapling DinsosP2PA di sekitaran Taman Kali Tuntang Demak agar tetap bersih, nyaman untuk bermain warga masyarakat dan enak dipandang mata dengan lingkungan yang bersih dan rapi. Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Kita harus tahu tentang manfaat menjaga kebersihan lingkungan, karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua karena dapat menciptakan kehidupan yang aman, bersih, sejuk dan sehat.
DEMAK-Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang Rumahnya Terbakarmilik Ibu WASIRAH usia 60 tahun yang beralamatkan di Dukuh Nglengkong Desa Donorejo Rt.08/RW.04 Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak dikarenakan adanya tumpahan bensin disebelah kompor.
Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang terkena Bencana Rumah Kebakaran tersebutpadahari Kamis tanggal 4 Mei 2023pukul 10.45 WIB oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak, kepada Ibu WASIRAH usia 60 tahun yang beralamatkan di Dukuh Nglengkong Desa Donorejo Rt.08/RW.04 Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak, yang disaksikan dari Kepala Desa dan Perangkat Desa Donorejo Kecamatan Karangtengah Relawan Tagana, Baznas dan Sibat PMI. Tim Kebencanaan Kabupaten Demak terdiri dari Dinsos P2PA, PMI dan BAZNAS.
Pemerintah Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kebencanaan ini memberikan bantuan kepada Ibu WASIRAH yang terkena musibah rumahnya kebakar dikarenakan pada saat itu Bapak Sugi sedang menakar bensin ke botol untuk dijual, ibu Wasirah menyalakan kompor di sebelah Bapak Sugi ada aroma bensin yang pekat mengakibatkan mudahnya disambar api dari kompor, dan juga ada korban luka bakar 50% Bapak Sugi umur 65 tahun, maka untuk meringankan beban yang dideritanya agar tidak terpuruk, tabah dalam meanghadapi ujian Allah, semoga dapat cepat membangun rumahnya kembali dan bapak Sugi sembuh dari luka bakarnya serta mendapatkan bantuan dari Kecamatan, Desa dan warga lainnya yang berempati.
Sedangkan bantuan yang diberikan dari DinsosP2PA Kabupaten Demak yang penyerahannya diwakili oleh Sub Koordinator Jaminan Sosial pada Bidang Linjamsos DINSOSP2PA Kabupaten Demak (Untung Waluyono,SH) berupa Sembako tersebut, untuk dapat meringankan beban Ibu WASIRAH dan keluarganya yang terkena musibah rumahnya kebakar tersebut.
Kamis, 4 Mei 2023 Pendamping sosial Kecamatan Guntur NUR HIDAYAH,S.Pd mendampingi pengambilan bantuan PKH di BRI Unit Guntur untuk tahap 1dan tahap 2 Tahun 2023 atas nama Ibu MUTOHAROH yang beralamat di Desa Trimulyo RT.01/RW.04 Kecamatan Guntur yang diwakilkan anaknya karena ibunya sakit. Jumlah bantuan yang diterima sebesar Rp. 1.200.000,- dengan komponen anak SD dan SMP. Alhamdulillah bantuan dapat cair dan semoga dapat dimanfaatkan sesuai aturan yang ada untuk kebutuhan anaknya yang bersekolah di SD dan SMP. Adapun Tujuan umum Program Keluarga Harapan (PKH) adalah :
Meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;
Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan;
Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial;
Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan;
Mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada Keluarga Penerima Manfaat;
Melakukan koordinasi dan penyamaan persepsi tentang pelaksanaan Program PKH serta menggali permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan serta mencari solusi dari permasalahan tersebut;
Menjalin koordinasi antar Instansi yang terlibat dalam pelaksanaan Program PKH.
Karangawen-Motivasi kepada KPM tidak pernah lelah agar mereka sadar dan ikhlas untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, alhamdulilah pada hari ini Minggu tanggal 30 April 2023 salah satu KPM PKH Desa Jragung Kecamatan Karangawen berkenan dan dengan ikhlas mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, ibu Tukiyem yang beralamatkan di Desa Jragung Rt.01/RW.07 Kecamatan Karangawen mengundurkan diri dengan rela hati kepada Pendamping Sosial PKH Kecamatan Karangawen (M FAIZIN FITRI KAMAL,S.Pd.I), dengan alasannya mundur karena sudsh merasa mampu memiliki usaha mandiri Bordir, payet, menjahit dll di Grogol Jakarta Barat, dengan Jumlah karyawan sebanyak 12 orang, Lama usaha 3 tahun, Omzet perbulan sebesar 80 Juta dan Penghasilan bersih rata-rata perbulan sebesar 60 juta, agar bantuannya dapat digunakan orang lainnya yang membutuhkan.
BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KAB. DEMAK
Menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Kacamatan Bonang lokasi aula pertemuan Kantor Kecamatan Bonang. Dengan peserta yang hadir perwakilan PKK Desa di Kecamatan Bonang. Acara dibuka secara langsung oleh Subkoordinator PPA Ana Istiqomah, S.Psi,Psi. dilanjutkan dengan Materi dari Narasumber Ibu Hidayah dari Organisasi Perempuan Puspita Bahari Kec. Bonang dan Bibik Nurudduja, S.Ag. MH. sebagai salah satu Pengacara di Kab. Demak. upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan merupakan Gerakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap Perempuan agar seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dan memahami indikasi awal kekerasan terhadap perempuan di dalam keluarga sehingga kekerasan dapat dicegah dan tidak meluas kepada yang lain. Kenapa masyarakat harus bergerak aktif, karena masyarakat lebih mengetahui dan lebih dekat dengan keluarga, sehingga apabila masyarakat peduli, aktif dan berempati dengan suatu keluarga yang bermasalah di tengah masyarakat dapat diatasi dengan baik.
Kegiatan di tutup secara langsung oleh Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si. beliau memberikan pesan menyampaikan kegiatan ini upaya yang ditujukan untuk melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender seperti berkurangnya kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkatnya kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, berkurangnya kasus kekerasan terhadap anak, serta Meningkatnya kualitas layanan perlindungan khusus kepada anak. Diharapkan organisasasi perempuan yang ada didesa nantinya dapat menerapkan ilmu yang didapatkan hari ini serta mensosialisasikan kepada masyarakat Desa sehingga nantinya dapat menghindari adanya kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan dan segera melapor bila ada tindak kekerasan yang melibatkan korban perempuan maupun anak.
Dalam rangka memperkuat komitmen dan mendorong Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk berperan secara langsung dalam pengembangan Kabupaten Layak Anak di Kab. Demak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Demak mengelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA). Rakor ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2023 di Lantai 2, Ruang Rapat Wakil Bupati Demak. Tujuan dilaksanakannya rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA adalah untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan persamaan persepsi mengenai upaya-upaya strategis yang dapat dilakukan. Selain itu dalam rapat ini juga membahas persiapan dukungan Gugus Tugas dalam pengisian evaluasi pengembangan KLA. Rakor ini dihadiri oleh jejaring KLA yang terdiri dari OPD, Lembaga Vertikal, dan LSM.
Pada kesempatan itu, Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si menyampaikan bahwasanya perlu melibatkan anak dalam beberapa kegiatan membahas mengenai anak. Anak milenial saat ini memerlukan wadah untuk menyalurkan bakat dan kreasi mereka di kegiatan-kegiatan positif. Untuk itu dalam mewujudkan Kab. Demak Layak Anak diperlukan kerjasama berbagai OPD yang terkait, lembaga vertikal, dan organisasi terkait untuk menjembataninya.
Bapak Paulus Mujiran selaku narasumber menjelaskan upaya yang perlu ditingkatkan diantaranya memprioritaskan Perda KLA, peran dan fungsi forum anak, dan keterlibatan OPD lain dalam kegiatan inovasi yang mendukung KLA. Beliau juga mengemukakan peluang kedepan penghargaan tidak hanya KLA tetapi Kab. Demak juga meraih seperti SRA, PRA, Masjid Ramah Anak, dan Pesantren Ramah Anak, dan Forum Anak.
D E M A K, SELASA 7 MARET 2023 BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KAB. DEMAK.
Pelaksanaan kegiatan dalam rangka Sosialisasi Pendidikan Keluarga Berkualitas Garwa Syurga (Gerakan Wanita Sayang Suami Dan Keluarga). Bertempat di Ruang Grahadika Binapraja Kab. Demak. Dengan peserta yang di hadirkan dari Organisasi wanita di Kab. Demak. Kegiatan dibuka serta pemberian Arahan oleh Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito,M.Si. Beliau menuturkan kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga di dalamnya. Sesungguhnya keluarga adalah tiang negara. Jika tiap keluarga hidup secara berkualitas, maka Indonesia juga akan berkualitas dan sejahtera. Jangan lupa, di tengah keluarga yang sejahtera akan lahir keluarga yang sehat dan cerdas. Acara dilanjutkan dengan narasumber Ibu Ari Aji Astuti, M.Pd (Ketua Salimah Jawa Tengah). Beliau memberikan materi Pendidikan Keluarga Berkualitas Gerakan Wanita Sayang Suami dan Keluarga. Beliau menyampaikan Keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. Untuk mewujudkan Garwa Syurga adalah Menunaikan hak anak, mendapatkan pendidikan yang benar, tuntas dan memadai, Para ibu memerlukan bekal ilmu: Agama, Psikologi anak, Ketrampilan, Wawasan kekinian, Faham tentang kedudukan dan hakekat anak bagi dirinya.
Penerima Manfaat, anak muda berumur 15 tahun bernama Taufiq Hidayat kembali dari pondok pesantren Giri Kusumo Mranggen yang diasuh oleh kyai yang bernama Munif. PM tersebut pulang tanpa sandal dan peci hanya memakai sarung di kepala, dengan transportasi menumpang kendaraan orang lewat, setelah sampai di rumah kakek dan neneknya bernama bapak Muslih dan ibu Sholikhatun di desa Krajanbogo kec. Bonang kemudian dapat kabar dari saudarinya bernama Khoiriyyah, untuk menyatakan kebenaran bahwa PM apakah benar-benar sudah pulang di rumah kakek dan neneknya, ibuknya langsung terkejut.
Awal mulanya, ibu PM tidak menginginkan PM untuk dipondokan, karena termakan bujuk rayu dari kakak ipar, akhirnya ibu PM pun mau memondokkan PM di pondok pesantren Giri Kusumo, Mranggen. Bahkan dari pihak kakak iparnya, bersedia meminjamkan uang untuk perihal bekal PM.
PM sudah di pondok pesantren sekitar dua tahun, PM pernah pulang di saat waktu tertentu apabila izinkan oleh pengasuh nya. Pembelajaran disana adalah taukhid, fiqih, dan akhlak dll. Diduga ada beberapa materi yang PM tidak dapat memahami atau kurang hafal sehingga diberi tekanan/takziran antara lain:
Mengangkat meja di punggung;
Ancaman dari pengasuh;
yang mengakibatkan PM depresi sehingga dalam keseharian, PM tidak dapat mengontrol emosi, membuat keluarga jadi khawatir atas apa yang sudah terjadi pada anak nya.
Sebelum diserahkan di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA kabupaten Demak, keluarga PM sudah melakukan upaya konsultasi kepada pengasuh pondok Giri Kusumo, Mranggen bernama ustadz Khanif dengan menceritakan apa-apa saja keluhan PM dan apa yang telah terjadi pada PM. Sudah pula keluarga mengupayakan PM untuk diruqyah dengan harapan PM sembuh seperti sedia kala, tetapi sampai dirumah malah kumat lagi.
Setelah sekian lama, alih-alih berubah menjadi lebih baik, PM malah sering merusak perabotan rumah, suka melihat hal-hal yang tidak tampak kasat mata. Setelah konsultasi dengan pihak perangkat desa, maka keluarga PM akhirnya setuju menyerahkan PM di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA kabupaten Demak dengan harapan agar mendapatkan rehabilitasi yang lebih baik lagi.
Pelaksanaan kegiatan di Balai Desa Weding Kec. Bonang bersama DP3AP2KB Prov. Jawa Tengah bekerjasama dengan DINSOS P2PA Kab. Demak dalam rangka FGD Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB). Dengan Peserta yang diundang :
1.Korlab BPKB Kec. Bonang 2. PPKBD Desa 3.DINPERMADES Kab. Demak 4. DINKES 5. PKM Bonang II 6.Bidan Desa 7. Perangkat Desa 8. Tokoh Agama 9. Remaja Desa / Forum Anak Desa 10. Kepala Sekolah Miftahul Ulum 11. Forum Anak Desa 12. DINSOS P2PA 13. Kepala Desa 14. PKK Kab. Demak dan TPPKK Desa 15. Camat Bonang 16. DINDIKBUD 17. DINDUKCAPIL 18. DINPERINDAGKOP 19. BAPPEDALITBANGDA 20. AISYIYAH 21. MUSLIMAT 22. Sekretaris Desa . Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang KHPP DP3AP2KB Prov. Jawa Tengah Dra. Sri Dewi Indrajati, M.Si dilanjutkan pengarahan dari Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito M.Si.
Beliau menuturkan pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkuat komitmen Pemerintah Desa dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai wujud dalam memberikan perhatian kepada kesehatan ibu dan bayi serta keterlibatan suami/ ayah dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meningkatkan kepedulian dan peran serta instansi masyarakat, LSM, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi dalam perencanaan, pelaksanaan, pantauan dan evaluasi ibu hamil, bersalin, dan nifas di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil mulai di layanan tingkat pertama (bidan desa dan puskesmas. Kita sebagai orang tua harus bisa memberi dan mengarahkan anak kita ke hal yang baik dan positif, untuk mencetak generasi yang berkualitas. Acara berlanjut dengan materi dari Fasilitator Lisa dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Prov. Jawa Tengah membahas mengidentifikasi factor kendala yang ada di Desa Weding mulai dari :Infrastruktur Desa : Keterbatasan Akses air bersih di Desa Weding kebanyakan masih memakai air sumur dan air dari PAMSIMAS Desa, Jalan akses menuju pertanian desa masih sangat sempit sehingga para petani mengeluhkan tidak bisa masuknya truk kejalan pertanian sehingga petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa ojek tani untuk memungut hasil pertanian, Masih ada lahan pertanian yang minim akses irigasi sehingga hasil pertanian warga tidak bisa maksimal, Untuk MCK masih banyak yang tidak mempunyai serta saluran pembuangan sapi tank langsung dibuang disalurkan ke sungai sehingga mencemari sungai menjadi sungai yang tidak sehat, untuk akses jalan desa masih ada yang belum beton dan perlu pelebaran jalan dan masih ada rumah tidak layak huni di Desa Weding.
Lingkungan Desa : Kendala di di Desa Weding masih banyaknya masyarakat belum memahami bahayanya serta dampak dari sampah masih banyak warga membuang sampah sembarangan terutama di sungai
.Ekonomi : Masih kurangnya lapangan pekerjaan sehingga banyak warga yang tidak berpenghasilan tetap, Warga membutuhkan program pelatihan usha kusus agar bisa menujang ekonomi mereka sementara ini banyak masyarakat yang mempunyai usaha tapi masih terkendala di pemasaran terutama pemasaran online karena pelaku usaha tersebut terkendala teknologi (tidak mempunyai HP/akses medsos).
Pendidikan : Masih ada anak yang tidak sekolah dikarenakan orang tua mereka tidak bisa membiayai anaknya (berpenghasilan minim)
Sosial : Masih adanya tindak bullying di sekolah, Masih ada tindak KDRT namun masih menutupi jadi tidak ada pelaporan.
Budaya : Masih ada pernikahan dini usia 18 th di tahun 2022 dan masih banyak pernikahan siri.
Potensi Desa : Banyaknya enceng gondok sehingga dapat menjadi bahan baku kerajinan potensi desa. Desa agraris mayoritas warga adalah petani sehingga persawahan mereka luas dan Banyak PONPES yang berkualitas di Desa Weding rencana desa akan membuat embung untuk persedian air bersih serta nantinya menjadi akses wisata.
Eko Suprayitno, seorang Penerima Manfaat berasal dari desa Kalicilik, kecamatan Demak gagal “Lakon” atau “Melakoni” atau “Melakukan” ritual yang Eko sendiri tidak sanggup menyelesaikannya dengan harapan menjadi Ahli Supranatural. Alih-alih menjadi Ahli Supranatural, Eko justru mengalami Disabilitas Mental akibat khayalan-khayalan yang sering memenuhi pikirannya. Eko mempelajari ilmu Supranatural tersebut bersama rekan-rekan sebayanya tanpa di dampingi guru. Untuk penangan lebih lanjut, UPTD Rumpelsos bersama Puskesmas Demak 1 Babinsa Polsek Demak dan Perangkat Desa Kalicilik akhirnya Eko dirujuk di RSJ dr. Amino Gondhoutomo kota Semarang.