D E M A K, SELASA 7 MARET 2023 BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KAB. DEMAK.
Pelaksanaan kegiatan dalam rangka Sosialisasi Pendidikan Keluarga Berkualitas Garwa Syurga (Gerakan Wanita Sayang Suami Dan Keluarga). Bertempat di Ruang Grahadika Binapraja Kab. Demak. Dengan peserta yang di hadirkan dari Organisasi wanita di Kab. Demak. Kegiatan dibuka serta pemberian Arahan oleh Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito,M.Si. Beliau menuturkan kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga di dalamnya. Sesungguhnya keluarga adalah tiang negara. Jika tiap keluarga hidup secara berkualitas, maka Indonesia juga akan berkualitas dan sejahtera. Jangan lupa, di tengah keluarga yang sejahtera akan lahir keluarga yang sehat dan cerdas. Acara dilanjutkan dengan narasumber Ibu Ari Aji Astuti, M.Pd (Ketua Salimah Jawa Tengah). Beliau memberikan materi Pendidikan Keluarga Berkualitas Gerakan Wanita Sayang Suami dan Keluarga. Beliau menyampaikan Keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. Untuk mewujudkan Garwa Syurga adalah Menunaikan hak anak, mendapatkan pendidikan yang benar, tuntas dan memadai, Para ibu memerlukan bekal ilmu: Agama, Psikologi anak, Ketrampilan, Wawasan kekinian, Faham tentang kedudukan dan hakekat anak bagi dirinya.
Penerima Manfaat, anak muda berumur 15 tahun bernama Taufiq Hidayat kembali dari pondok pesantren Giri Kusumo Mranggen yang diasuh oleh kyai yang bernama Munif. PM tersebut pulang tanpa sandal dan peci hanya memakai sarung di kepala, dengan transportasi menumpang kendaraan orang lewat, setelah sampai di rumah kakek dan neneknya bernama bapak Muslih dan ibu Sholikhatun di desa Krajanbogo kec. Bonang kemudian dapat kabar dari saudarinya bernama Khoiriyyah, untuk menyatakan kebenaran bahwa PM apakah benar-benar sudah pulang di rumah kakek dan neneknya, ibuknya langsung terkejut.
Awal mulanya, ibu PM tidak menginginkan PM untuk dipondokan, karena termakan bujuk rayu dari kakak ipar, akhirnya ibu PM pun mau memondokkan PM di pondok pesantren Giri Kusumo, Mranggen. Bahkan dari pihak kakak iparnya, bersedia meminjamkan uang untuk perihal bekal PM.
PM sudah di pondok pesantren sekitar dua tahun, PM pernah pulang di saat waktu tertentu apabila izinkan oleh pengasuh nya. Pembelajaran disana adalah taukhid, fiqih, dan akhlak dll. Diduga ada beberapa materi yang PM tidak dapat memahami atau kurang hafal sehingga diberi tekanan/takziran antara lain:
Mengangkat meja di punggung;
Ancaman dari pengasuh;
yang mengakibatkan PM depresi sehingga dalam keseharian, PM tidak dapat mengontrol emosi, membuat keluarga jadi khawatir atas apa yang sudah terjadi pada anak nya.
Sebelum diserahkan di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA kabupaten Demak, keluarga PM sudah melakukan upaya konsultasi kepada pengasuh pondok Giri Kusumo, Mranggen bernama ustadz Khanif dengan menceritakan apa-apa saja keluhan PM dan apa yang telah terjadi pada PM. Sudah pula keluarga mengupayakan PM untuk diruqyah dengan harapan PM sembuh seperti sedia kala, tetapi sampai dirumah malah kumat lagi.
Setelah sekian lama, alih-alih berubah menjadi lebih baik, PM malah sering merusak perabotan rumah, suka melihat hal-hal yang tidak tampak kasat mata. Setelah konsultasi dengan pihak perangkat desa, maka keluarga PM akhirnya setuju menyerahkan PM di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA kabupaten Demak dengan harapan agar mendapatkan rehabilitasi yang lebih baik lagi.
Pelaksanaan kegiatan di Balai Desa Weding Kec. Bonang bersama DP3AP2KB Prov. Jawa Tengah bekerjasama dengan DINSOS P2PA Kab. Demak dalam rangka FGD Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB). Dengan Peserta yang diundang :
1.Korlab BPKB Kec. Bonang 2. PPKBD Desa 3.DINPERMADES Kab. Demak 4. DINKES 5. PKM Bonang II 6.Bidan Desa 7. Perangkat Desa 8. Tokoh Agama 9. Remaja Desa / Forum Anak Desa 10. Kepala Sekolah Miftahul Ulum 11. Forum Anak Desa 12. DINSOS P2PA 13. Kepala Desa 14. PKK Kab. Demak dan TPPKK Desa 15. Camat Bonang 16. DINDIKBUD 17. DINDUKCAPIL 18. DINPERINDAGKOP 19. BAPPEDALITBANGDA 20. AISYIYAH 21. MUSLIMAT 22. Sekretaris Desa . Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang KHPP DP3AP2KB Prov. Jawa Tengah Dra. Sri Dewi Indrajati, M.Si dilanjutkan pengarahan dari Kepala DINSOS P2PA Kab. Demak Drs. Eko Pringgolaksito M.Si.
Beliau menuturkan pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkuat komitmen Pemerintah Desa dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai wujud dalam memberikan perhatian kepada kesehatan ibu dan bayi serta keterlibatan suami/ ayah dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meningkatkan kepedulian dan peran serta instansi masyarakat, LSM, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi dalam perencanaan, pelaksanaan, pantauan dan evaluasi ibu hamil, bersalin, dan nifas di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil mulai di layanan tingkat pertama (bidan desa dan puskesmas. Kita sebagai orang tua harus bisa memberi dan mengarahkan anak kita ke hal yang baik dan positif, untuk mencetak generasi yang berkualitas. Acara berlanjut dengan materi dari Fasilitator Lisa dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Prov. Jawa Tengah membahas mengidentifikasi factor kendala yang ada di Desa Weding mulai dari :Infrastruktur Desa : Keterbatasan Akses air bersih di Desa Weding kebanyakan masih memakai air sumur dan air dari PAMSIMAS Desa, Jalan akses menuju pertanian desa masih sangat sempit sehingga para petani mengeluhkan tidak bisa masuknya truk kejalan pertanian sehingga petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa ojek tani untuk memungut hasil pertanian, Masih ada lahan pertanian yang minim akses irigasi sehingga hasil pertanian warga tidak bisa maksimal, Untuk MCK masih banyak yang tidak mempunyai serta saluran pembuangan sapi tank langsung dibuang disalurkan ke sungai sehingga mencemari sungai menjadi sungai yang tidak sehat, untuk akses jalan desa masih ada yang belum beton dan perlu pelebaran jalan dan masih ada rumah tidak layak huni di Desa Weding.
Lingkungan Desa : Kendala di di Desa Weding masih banyaknya masyarakat belum memahami bahayanya serta dampak dari sampah masih banyak warga membuang sampah sembarangan terutama di sungai
.Ekonomi : Masih kurangnya lapangan pekerjaan sehingga banyak warga yang tidak berpenghasilan tetap, Warga membutuhkan program pelatihan usha kusus agar bisa menujang ekonomi mereka sementara ini banyak masyarakat yang mempunyai usaha tapi masih terkendala di pemasaran terutama pemasaran online karena pelaku usaha tersebut terkendala teknologi (tidak mempunyai HP/akses medsos).
Pendidikan : Masih ada anak yang tidak sekolah dikarenakan orang tua mereka tidak bisa membiayai anaknya (berpenghasilan minim)
Sosial : Masih adanya tindak bullying di sekolah, Masih ada tindak KDRT namun masih menutupi jadi tidak ada pelaporan.
Budaya : Masih ada pernikahan dini usia 18 th di tahun 2022 dan masih banyak pernikahan siri.
Potensi Desa : Banyaknya enceng gondok sehingga dapat menjadi bahan baku kerajinan potensi desa. Desa agraris mayoritas warga adalah petani sehingga persawahan mereka luas dan Banyak PONPES yang berkualitas di Desa Weding rencana desa akan membuat embung untuk persedian air bersih serta nantinya menjadi akses wisata.
Eko Suprayitno, seorang Penerima Manfaat berasal dari desa Kalicilik, kecamatan Demak gagal “Lakon” atau “Melakoni” atau “Melakukan” ritual yang Eko sendiri tidak sanggup menyelesaikannya dengan harapan menjadi Ahli Supranatural. Alih-alih menjadi Ahli Supranatural, Eko justru mengalami Disabilitas Mental akibat khayalan-khayalan yang sering memenuhi pikirannya. Eko mempelajari ilmu Supranatural tersebut bersama rekan-rekan sebayanya tanpa di dampingi guru. Untuk penangan lebih lanjut, UPTD Rumpelsos bersama Puskesmas Demak 1 Babinsa Polsek Demak dan Perangkat Desa Kalicilik akhirnya Eko dirujuk di RSJ dr. Amino Gondhoutomo kota Semarang.
Penerimaan manfaat ini merupakan lima bersaudara, tiga diantaranya mengalami Gangguan jiwa,yang pertama ODGJ atas nama : Siti Nur jannah sejak dia berusia delapan tahun yang lagi menimba ilmu di bangku SD kelas empat, tiba – tiba mengalami depresi ketika pulang dari sekolah mengakibatkan keluarga menjadi terkejut dengan adanya perubahan yang di alami olah anak nya hingga saat ini
Yang ke Dua atas nama : Siti Umayah sebelum terjadi ODGJ / depresi dia pernah bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga, kurang lebih satu tahun dia bekerja, ketika terjadi perubahan yang membuat berbedaan perilakunya sehingga membuat keadaan jadi berubah,yang ahirnya dia di pulangkan ke kampung halamanya,sedangkan adek nya yang ke tiga saat ini masih menjalani perawtan di RSJ AMINOGONDOHUTOMO kab, Semarang,Penerima manfaat saat ini telah menjalani perawatan dan rehabilitasi sosial di UPTD Rumpelsos Kab.Demak,Penerima manfaat tersebut yang beralamatkan : GETAS WONOSALAM RT 07 RW 02,
Sebelum nya telah koordinasi dan komunikasi dengan
1. Perangkat desa Getas
2. TKSK Wonosalam 3. Tenaga kesejahteraan sosial disabilitas
Wartini, perempuan lanjut usia sebatang kara ditemukan oleh warga desa Kalicilik, kecamatan Demak. Sebelumnya Wartini merupakan orang tua yang diasuh oleh warga setempat. Setelah beberapa tahun, Wartini dibawa oleh salah satu warga setempat di Rumah Pelayanan Sosial dengan tujuan mendapatkan rehabilitasi sosial yang lebih layak. Setelah beberapa hari menjalani rehabilitasi dasar di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA kabupaten Demak, Wartini dirujuk di Panti Sosial Lanjut bertempat Usia Pucang Gading, kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan diterima oleh ibu Sriyani sebagai Subkoor Rehabilitasi Sosial & Bimbingan.
Penerima manfaat atas nama a.n Hety (Disabilitas Mental ) dari Desa Trutup Kab. Pati bahwa PM merupakan kiriman dari Satpol PP Demak, adanya laporan dari masyarakat bahwa PM telah mengganggu kenyamanan di RM Sarwo Eco Demak.setelah beberapa hari di UPTD Rumpelsos telah menjalani beberapa bimbingan kegiatan,PM adalah salah satu dari pm di UPTD Rumpelsos yang mempunyai beberapa bahasa dia berpengalaman dalam bercerita masalah pekerjaan ,apalagi pm adalah mantan TKW di Arab Saudi beberapa tahun yg lalu ,UPTD Rumpelsos kerjasama dengan Pukesmas Demak 01dan Yayasan Sinau Urip Kudus untuk menindak lanjuti agar PM bisa bertemu dan berkumpul bersama keluarga.
Akibat pergaulan di lingkungan sekitar, seorang pria bernama Muhammad Nur Khusaini asal desa Kedunguter kecamatan Karangtengah kabupaten Demak menjalani rehabilitasi sosial di Rumah Pelayanan Sosial Dinsos P2PA. Awalnya hanya sekedar memuaskan hasrat ingin tahu, Khusaini bersama teman-teman sebaya di sekitar rumah sering menenggak miras dan obat-obatan terlarang yang mengakibatkan ketergantungan. Walaupun sering menolak ajakan teman sebayanya, justru Khusaini dicekoki miras, obat-obatan terlarang yang sering disebut “Pil Koplo” dan kadang-kadang juga dipaksa ikut menghisap tembakau yang biasa disebut “Gorilla”. Akibat ketergantungan tersebut, Khusaini sempat tergeletak tak sadarkan diri, marah-marah tanpa alasan, hingga merusak perabotan rumah. Keluarga Khusaini berinisiatif untuk menyembuhkan ketergantungan NAPZA Khusaini secara bertahap dengan cara memisahkan Khusaini terhadap lingkungan sekitar. Didampingi Kader Dinsos P2PA kabupaten Demak yang bernama Sutarni, keluarga Khusaini merujuk Khusaini ke Rumah Pelayanan Sosial agar mendapatkan penanganan rehabilitasi yang lebih baik dengan harapan agar ketergantungan NAPZA yang dialami Khusaini segera berangsur-angsur membaik.
Demak 06 februari 2023 Penerima manfaat yana pertama atas nama Sukesto dengan alamat yang dia katakan Karanganyar rt 06 rw 02 kelurahan Kali keting,kronologi awal pm tersebut dia mengalami gangguan jiwa yang selalu di jalan untuk mencari rongsok dan putuung rokok untuk kebutuhan dia ,akan tetapi dengan adanya kurang pendapatan yang dia inginkan akhir nya dia bersikeras untuk meminta dengan secara paksa pada warga setempat
Kemudian penerima manfaat yang ke dua atas nama Didik asal dari Mediun orang nya susah di ajak komukasi sehingga untukn identifikasi kesulitan
Kegiatan serah terima dua PM dari PKM 01 Bonang ke UPTD Rumpelsos Kab. Demak
Demak, 16 Januari 2023. Serah terima 2 Penerima Manfaat (PM) ODGJ ke Rumpelsos Sulfa An. Ah.Solekan, asal Desa Tlogorejo kec.Wonosalam Demak. PM tersebut anak kelima dari 5 bersaudara. Dia memiliki cerita hidup yang memprihatinkan, dimana Ah. Solekan selalu membuat masalah di lingkungan madrasah seperti menganggu anak-anak yang ada di lingkungan sekitar dengan bentuk pelecehan seksual seperti memegang alat vital anak tersebut.
Terlepas dari pada itu, Ah. Solekan juga membuat resah masyarakat sekitar dengan menganggu pedagang yang ada di madrasah. Hal tersebut membuat masyarakat sekitar takut akan perilaku PM tersebut.
An. Ahmad Feri Juniawan, Asal Desa Pilangrejo kec. Wonosalam Demak, tidak jauh beda kronologi dari ODGJ yang pertama. Selanjutnya telah Koordinasikan dengan TKSK Kec Wonosalam dan perangkat Desa tersebut untuk ditindak lanjuti ke UPTD Rumpelsos Kabupaten Demak.