Kegiatan pada hari Rabu, 31 Agustus 2022. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Kabupaten Demak Tahap 1 oleh Tim Bank Jateng Cabang Demak, Dinsos P2PA Kabupaten Demak, pendamping PKH dan TKSK Kecamatan Karanganyar bertempat di Balai Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, dengan jumlah KPM sebanyak 429 penerima manfaat, setiap KPM mendapatkan Rp. 600.000,- untuk bulan Juni dan Juli Tahun 2022, sedangkan Anggaran BLT DBHCHT Kabupaten Demak untuk sebanyak 6.775 KPM, dan Anggaran BLT DBHCHT Provinsi Jawa Tengah untuk KPM Kabupaten Demak Tahap 2 sebanyak 9.180 KPM.
Wonosalam, Rabu, 31 Agustus 2022, pukul 10.14 WIB, Home visit dan pendampingan KPM bernama Mbah Asropah, karena kondisi badan yang sudah tidak mampu mengurus butab dan pencairan di Unit BRI Dempet, yang dilakukan oleh Pendamping Sosial PKH Kecamatan Wonosalam, Rizka Novita Rini,S.Hum. Alhamdulillah berbuah hasil. Bersama dengan pihak Unit BRI Dempet telah mendistribusikan KKS dan Butab, langsung ke rumah mbah Asropah yang bertempat tinggal di Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam.
Mijen, Rabu, 31 Agustus 2022, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Mijen ABDUL HAMIT, dalam pelaksanaan P2K2/FDS di Kelompok Desa Pasir Kecamatan Mijen dan juga melakukan edukasi ke KPM Desa Pasir tersebut untuk menyisihkan sedikit bantuan PKH nya (Menabung) jagan dihabiskan semua, dengan tujuan digunakan ketika ada kebutuhan yang mendadak. Manfaat menabung sudah tidak terbantahkan. Hanya saja, membiasakan diri agar mampu disiplin menabung secara rutin, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Pada kenyataannya banyak yang gagal menjalankan kebiasaan keuangan yang baik ini. Membiasakan diri supaya dapat disiplin dan rutin menabung memang membutuhkan upaya khusus. Bila sudah mengetahui apa manfaat menabung yang utama dan strategi tepat menjalankannya, kebiasaan menabung tidak akan lagi sulit dijalankan secara rutin.
Gebang, Rabu, 31 Agustus 2022. Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bonang, Fatriya Bima, melakukan kunjungan ke rumah KPM yang memiliki anak dengan kategori Penyandang disabilitas di Dukuh Gebang wetan RT.04.RW.02 Desa Gebang Kecamatan Bonang. Si anak dengan kondisi lumpuh kaki dan tangan sebelah kanan meskipun bisa diajak komunikasi. Pendamping juga memberikan motivasi ke si anak agar terus semangat tidak putus asa, tetap bisa bersosialisasi dengan teman2nya meskipun keadaan duduk di atas kursi roda tidak menyurutkan semangatnya. Layak untuk mendapat kursi roda baru karena yang sekarang sudah kurang baik kondisinya.
Untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman bencana sejak dini, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dibawah binaan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak menyambangi sekolah-sekolah di Wilayah Kecamatan Karangawen dalam Program Kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Bertujuan memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, Kegiatan TMS mensasar 10 sekolah SD/MI, SMP/MTs dan MA diwilayahan Kecamatan Karangawen yang berbarengan dengan Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2022, yang difasilitasi dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI.
Dasar dari kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) mengacu pada MoU Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 Tahun 2019 dan Nomor 04 Tahun 2019 tentang mitigasi bencana pada satuan pendidikan melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS). Tagana Masuk Sekolah menargetkan pelajar mempunyai pengetahuan tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan risiko bencana pada tingkatan yang paling sederhana. Dengan begitu mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana bila terjadi bencana. Dengan TMS ini berharap para pelajar dapat mengimplementasikan pemahaman bencana kepada teman, keluarga dan juga pada Masyarakat yang ada di lingkungannya terkait Potensi bencana.
Dalam Upaya Penanggulangan Bencana Khususnya Di Wilayah Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak Membentuk “Kampung Siaga Bencana” (KSB) Desa Tlogorejo. kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 2 September 2022, yang di awali dengan Sosialisasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana, yang dilaksanakan di Balai desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, yanmg dihadiri dari Pelaksana dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial yang juga dihadiri warga masyarakat Desa Tlogorejo, Desa Rejosari dan Desa Jragung Kecamatan Karangawen
Dalam kesempatan ini Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (TITIK BUDIYANTI,SH,MH) menyampaikan bahwa Bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat baik yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Untuk menangani dampak dari kejadian bencana harus dilaksanakan seluruh komponen, baik Pemerintah, Lembaga swasta dan masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Wujud partispasi masyarakat dalam penanggulangan bencana adalah kesiapsiagaan masyarakat terhadap segala sesuatu yang dilakukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, maka warga masyarakat perlu dibekali serfasngkaian pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan dengan penanggulangan bencana, yaitu salah satu kegiatan dengan Pembentukan Kampung siaga Bencana.
D E M A K, SELASA 23 AGUSTUS 2022 PUKUL 09.00 WIB.
BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2PA) KABUPATEN DEMAK.
Subkor KHPK (Ratih Damayanti, SH) dan Subkor PPA (Ana Istiqomah, S.Psi, Psi) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang di selenggarakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Lantai 2 Kab. Demak. Peserta yang di Hadirkan PKK Kab. Demak, GOW Kab. Demak, PPA POLRES Demak, RSI NU Demak, RSUD Sunan Kalijaga Demak dan RS. Pelita Anugerah Mranggen. Dengan Narasumber Arida Nuralita, S.Psi, MA dari PUSPAGA Jawa Tengah.
Beliau menyampaikan PUSPAGA merupakan Pusat Pembelajaran Keluarga adalah tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga yang dilakukan oleh tenaga profesi melalui peningkatan kapasitas orangtua/keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak. Keluarga merupakan pengasuh pertama dan utama, memiliki peran penting membangun pondasi utama dalam mengembangkan karakter dan budi pekerti pada anak melalui pengasuhan berbasis hak anak. PUSPAGA sebagai layanan keluarga preventif dan promotif yang berperan meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan berbasis hak anak. Dengan adanya intervensi PUSPAGA, diharapkan kondisi keluarga yang sebelumnya negatif penuh masalah, seperti banyak pekerja anak, tingginya kekerasan anak, dapat mengubah kondisi keluarga menjadi positif (lebih baik). Upaya ini juga turut mendongkrak capaian kabupaten/kota layak anak, mengingat PUSPAGA menjawab indikator ke-8 dari 24 indikator KLA. Keberadaan PUSPAGA diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keluarga Indonesia, seperti tidak ada lagi perkawinan anak, tidak ada kekerasan terhadap anak, tidak ada pekerja anak, setiap anak memiliki akta kelahiran, menjaga asupan dengan gizi seimbang, mengecek kesehatan anak secara berkala, melarang anak merokok, membersikan sanitasi di lingkungan rumah, menyekolahkan anak setinggi mungkin, dan memastikan anak melakukan aktifivitas positif dan bermanfaat di luar jam sekolah. Diharapkan masyarakat dan para kader dapat membantu pemerintah dalam penyebarluasan pemahaman mengenai layanan yang diberikan PUSPAGA dalam masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga.
Dalam rangka mempringati HUT Kemerdekaan Indonesia yang Ke-77 Tahun 2022 Pemerintahan Demak Mengadakan Kegiatan Renungan Suci Di Makam Pahlawan Cahaya Ratna Bintarun, yang dilaksanakan pada tanggal 16 angustus 2022 Pukul 00.00 Wib. yang dihadiri oleh jajaran Forkopindan dan OPD sekabupaten Demak, acara berjalan lancar dan Khidmat.
Pada hari Selasa tanggal 16 Agustus Tahun 2022, Telah di Laksanakan kegiatan Selamatan dan Tasyakuran Untuk memperingati HUT kemerdekaan RI yang Ke 77. yang dihadiri oleh Sekdin Dinas Sosial P2PA Kab. Demak, dan warga sekitar makam pahlawan RATNA CAHAYA BINTARUN.
PKH Kecamatan Guntur dalam acara Gebyar Program Keluarga Harapan (GPKH) pada Jumat 12 Agustus 2022 bertempat di Halaman Kecamatan Guntur, Gebyar PKH merupakan program rutin tahunan dalam rangka menjaga silaturahmi antara pendamping dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga kepala desa, camat berikut jajarannya. Sehingga KPM PKH semakin termotivasi dan semangat bangkit menjadi keluarga mandiri.
Kegiatan yang bertajuk Gebyar PKH ini dihadiri oleh Bupati dr. Hj Eisti’anah,SE, Pj Sekda yang sekaligus Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak Drs.Eko Pringgolaksito,M.Si, Asisten II Sekda Drs. Agus Nugroho LP, serta Camat Guntur Ali Mahbub,SH,MH yang melakukan penanaman 7.600 bibit pohon bersama PKH Kecamatan Guntur.
Adapun 7.600 batang bibit pohon yang diterima Bupati dari bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi Jateng adalah sebagai berikut :
Sambutan Bupati Demak mengatakan, gebyar PKH di Kecamatan Guntur dapat menjadi motivasi bagi para keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dalam meningkatkan budaya hidup sehat dengan berolahraga, mencintai lingkungan dengan penanaman pohon serta menumbuhkan kepedulian sosial dengan donor darah. Dan Beliau juga berpesan kepada para pendamping PKH agar tak segan dan bosan mengedukasi para KPM PKH. Sehingga jumlah KPM berkurang karena mampu hidup mandiri dan tidak lagi berharap bantuan.
Diakui bupati, para pendamping PKH selama ini yang telah berkontribusi positif dan berjuang keras, sehingga KPMPKH yang ada di desa dapat berdaya guna dalam meningkatkan kualitas hidup agar terlepas dari garis kemiskinan. Peran pendamping PKH sangat penting sebagai penanggung jawab dalam proses pendataan, verifikasi serta proses penyaluran bantuan. Persoalan kemiskinan hingga saat ini masih menjadi tantangan yang perlu dituntaskan, sebagai salah satu target pembangunan daerah maupun nasional. Dampak yang ditimbulkan kemiskinan ini cukup serius dalam merenggut kesejahteraan masyarakat.
Seiring HUT ke-77 Kemerdekaan RI, sejumlah kegiatan dirangkai dalam Gebyar PKH Kecamatan Guntur. Yakni senam sehat, donor darah dan pembagian 7.600 bibit pohon kepada 20 kepala desa di Kecamatan Guntur untuk selanjutnya distribusikan ke desa-desa sebagai bagian kepedulian lingkungan dan upaya memperbaiki alam yang semakin menyusut ketersedian oksigen.