Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan Evaluasi Bantuan Sosial

Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos P2PA bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis 02 Desember 2021 Pukul 13.00 WIB -16.00 WIB melaksanakan Kegiatan Rakor BPJS Ketenagakerjaan bertempat di aula Dinsos P2PA Kabupaten Demak. Sedangkan Peserta rakor dari operator SIKS-NG Desa dari Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen dan Kecamatan Guntur.

Kegiatan Rakor dibuka oleh Kepala Bidang Linjamsos pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak Titik Budiyanti,SH,MH menyampaikan banyak bantuan sosial yang ada di Dinas untuk masyarakat miskin baik dari anggaran APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Demak yang berupa PKH, BPNT/Sembako, BST, BLT Non Program, Santunan Kematian dan Pembayaran Premi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan. Semua bantuan sosial tersebut harus di monitoring dan evaluasi keberhasilannya dan kemanfaatannya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerimanya  tepat sasaran, tepat guna dan tepat jumlahnya.

Sedangkan Narasumber lainnya dari BPJS Ketenagaakerjaan Majapahit dan Korda Bansos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak.

Penerimaan 11 Penerima Manfaat Hasil Razia PGOT di Rumpelsos

Pada hari Kamis 23 Desember 2021, pukul 12.20 WIB, bertempat di Halaman Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak menerima 11 Penerima Manfaat terdiri dari 3 perempuan dan 8 Laki Laki, untuk dilakukan assessment dan pembinaan agar tidak melakukan kegiatan rutin tersebut, apabila perlu dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial milik Kementerian Sosial dan Milik Provinsi Jawa Tengah atau Panti milik Swasta.

Penjangkauan Razia PGOT di Bulan Desember 2021 Perlu Koordinasi

Pada hari Kamis 23 Desember 2021, pukul 09.00 WIB, Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak melaksanakan Kerjasama dan Koordinasi dalam pelaksanaan Razia PGOT di Kabupaten Demak, bertempat di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak, kerjasama Satpol PP Kabupaten Demak.

Dalam kesempatan ini Plt Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (Titik Budiyanti,SH,MH) menyampaikan kerjasama dan koordinasi mudah dikatakan sulit dilaksanakan tetapi dalam kegiatan Penjangkauan Razia PGOT ini dapat dilaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan baik dan diharapkan dapat berlanjut dan nantinya hasil Razia dapat ditempatkan  di Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak untuk dilaksanakan asesmen dan pembinaan baru dikembalikan kepada Keluarganya atau dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial milik Kementerian Sosial dan Milik Provinsi Jawa Tengah atau Panti milik Swasta. Dalam pelaksanaannya penjangkauan  dimulai dari arah Barat Traffic Light Depan SMP 1 ke timur sampai Traffic Light perempatan Botorejo sampai  Traffic Light Trengguli ke arah Barat sampai sekitaran makam Kadilangu dan sekitaran Masjid Agung Demak.

Rapat Koordinasi Evaluasi Bansos dan BPJS Ketenagakerjaan

Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos P2PA bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu 01 Desember 2021 Pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB melaksanakan Kegiatan Rakor BPJS Ketenagakerjaan bertempat di aula Dinsos P2PA Kabupaten Demak. Sedangkan Peserta rakor dari operator SIKS-NG Desa dari Kecamatan Gajah, Kecamatan Mijen, Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kebonagung.

Kegiatan Rakor dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak Arief Sudaryanto,S.Sos.M.Si, menyampaikan banyak bantuan sosial yang ada di Dinas untuk masyarakat miskin baik dari anggaran APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Demak yang berupa PKH, BPNT/Sembako, BST, BLT Non Program, Santunan Kematian dan Pembayaran Premi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan. Semua bantuan sosial tersebut harus di monitoring dan evaluasi keberhasilannya dan kemanfaatannya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerimanya  tepat sasaran, tepat guna dan tepat jumlahnya.

Sedangkan Narasumber lainnya dari BPJS Ketenagaakerjaan Majapahit dan Korda Bansos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak.

Merujuk PM Ke Panti Wanidyotomo Surakarta

Pada hari Rabu 22 Desember 2021 Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak, Lansia dan Tuna Sosial (Targunawan,SKM,M.Si), Kepala UPTD Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (ANIEK SHAUBICHATI,SH) dan Pelaksana Rumpelsos merujuk Penerima Manfaat klien Anak Pank atas nama Isnaini Rahma Lestari Putri, Penerima Manfaat dari Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak hasil razia ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanidyotomo Surakarta, yang diterima dengan baik oleh Petugas panti tersebut, yang bertempat di ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanidyotomo Surakarta.

154 Anak Yapi Menerima Butab dan ATM Bansos Dari Kemensos RI Melalui Bank Mandiri KCP Demak

Bertempat di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2021, Kepala Dinas menyerahkan secara Simbolis kepada Anak Yatim, Piatu, Yatim Piatu (Yapi) yang didampingi dari Bank Mandiri KCP Demak.  Kabupaten Demak mendapatkan bantuan Sosial berupa tabungan di Tahun 2021 ini selama 3 Bulan dari Bulan Oktober – Desember 2021 sebanyak 308 Anak, yang melalui Bank Mandiri sebanyak 251 anak dan lewat Kantor Pos sebanyak 57 anak. Besarnya bantuan setiap bulannya ada Rp. 200.000,- untuk yang sudah bersekolah dan Rp. 300.000,- untuk yang belum bersekolah.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (Drs. EKO PRINGGOLAKSITO,M.Si) menyampaikan agar bantuan sosial yang untuk Anak Yatim, Piatu, Yatim Piatu (Yapi)  yang terdampak pandemi karena kehilangan/meninggal dunia salah satu atau kedua orang tuanya karena COVID-19  di Kabupaten Demak, langkah yang tepat untuk menumbuhkan semangat anak-anak tersebut yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya dengan memenuhi kebutuhan fisik atau materi, juga membutuhkan semangat untuk melanjutkan hidup dan aktivitasnya seperti sedia kala.

Sedangkan Plt. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (Titik Budiyanti,SH,MH) juga menyerahkan bantuan sosial yang untuk Anak Yatim, Piatu, Yatim Piatu (Yapi)  yang terdampak pandemi karena kehilangan/meninggal dunia salah satu atau kedua orang tuanya karena COVID-19.

Suami Pengusaha Ukir dan Ibu Subaenah Jualan Online Sukses Mundur Dari PKH

Survei pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) melalui aplikasi SAGIS yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial RI. Pendamping Sosial PKH Kecamatan Karanganyar (MAZIDATUN NUR,S.Pd) bertandang ke Rumah Ibu Subaenah yang merupakan KPM Validasi By Sistem 2021, setelah diedukasi dan diberi pengarahan oleh Pendamping tersebut, Ibu Subaenah yang beralamatkan di Desa Undaan Kidul RT.02/RW.01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, dengan sadar diri mau mengundurkan diri kepesertaan PKH kepada Pendamping tersebut karena dirasa sudah mampu, suaminya dengan usaha ukir yang memiliki 7 orang karyawan sedangkan  Ibu Subaenah sendiri berjualan online yang sukses.

PERINGATAN HARI IBU KE-93 TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021 DENGAN TEMA PEREMPUAN BERDAYA INDONESIA MAJU

D E M A K, Rabu 22 Desember 2021 Pukul 09.30 Wib.

Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten  Demak.

           Menindaklanjuti undangan secara virtual/zoom meeting dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang di ikuti oleh Plt. Kabid Bidang P2PA Kab. Demak (Maftukhah Kurniawati, SH.MH) Dalam Rangka Peringatan Hari lbu (PHI) setiap tahun selalu dilaksanakan oleh bangsa Indonesia untuk mengenang kembali perjuangan kaum perempuan yang telah menjadi bagian dalam perjuangan bangsa merebut kemerdekaan.  PHI juga  menjadi  momentum  untuk  melihat  potret dan  kemajuan  perempuan  dari  masa  ke masa,  utamanya  dalam  kiprah  dan  kontribusinya   mengisi  kemerdekaan.  PHI juga  diharapkan  menjadi semangat untuk mendorong perempuan sebagai salah satu sumber daya manusia yang potensial dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional. Tema yang diangkat dalam PHI ke-93 adalah “Perempuan  Berdaya, Indonesia  Maju”.  

Acara dibuka secara langsung oleh Ibu Negara Republik Indonesia, (Ibu Iriana Joko Widodo) memberikan sambutan dalam acara tersebut.  beliau berkata Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk para perempuan menunjukkan eksistensi mereka di masyarakat. Mari perempuan di Indonesia untuk lebih berani bersuara dan menunjukkan potensi agar lebih berdaya dan setara untuk kehidupan perempuan yang lebih sejahtera. Dilanjutkan dengan penyampaian Mentri PPPA, (I Gusti Ayu Bintang Darmawati), mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan momentum peringatan perjuangan perempuan di Indonesia. Sebab Hari Ibu yang rutin diperingati setiap 22 Desember itu tak lepas dari perjuangan para perempuan Indonesia untuk menuntut kesetaraan hak dengan para laki-laki. Peringatan Hari Ibu tidak hanya sekadar peringatan ucapan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita. Lebih dari itu, mendorong kita semua akan pentingnya peran dan eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh perempuan di Indonesia yang terus memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, terutama di masa pandemi. Ia juga berharap pergerakan perempuan masa kini di Indonesia dapat jadi penggerak perjuangan wanita di era modern.

           Peringatan hari ibu bertujuan agar memberikan inspirasi khususnya terhadap korban kekerasan untuk berani melapor dan selanjutnya memelopori upaya-upaya yang dapat mencegah terjadi kekerasan terhadap perempuan, Mengangkat isu kolaborasi dalam memperjuangkan kesetaraan gender untuk mewujudkan Indonesia maju dan mandiri, Memberikan inspirasi bahwa perempuan berharga dan mampu menjadi motor penggerak perubahan untuk kemajuan bangsa, Membangun kesadaran bahwa perempuan Indonesia telah berkontribusi aktif bersama-sama masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri, Memberikan inspirasi bahwa perempuan Indonesia mempunyai kompetensi yang mumpuni untuk bersaing di dunia internasional dan Mengembangkan jejaring antar pelaku usaha ekonomi perempuan di Indonesia untuk saling mendukung dan membangun kolaborasi menuju perekonomian perempuan,keluarga, masyarakat, dan bangsa yang kuat dan mandiri.

PAHLAWAN LINGKUNGAN ITU ADALAH KPM PKH LANSIA PATIMAH DARI DESA BANJARSARI GAJAH DEMAK

Satu lagi, kisah inspirtif dari seorang janda lanjut usia yang mengabdikan hidupnya untuk lingkungan hidup. Namanya Patimah, seorang warga Desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Dari beliau kita belajar betapa pentingnya bersahabat dengan alam. Betapa indahnya merangkul lingkungan. Betapa bahagianya hidup berdampingan dengan keanekaragaman hayati.

Siang itu kami sedang disibukkan dengan survei pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) melalui aplikasi SAGIS yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial RI. Di bawah rintik gerimis bulan Desember;  bulan dengan intensitas curah hujan tinggi, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Gajah (MUSTAGHFIRIN,S.Pd.I,M.Pd) mengayunkan langkah dalam menyukseskan  program pemutakhiran data Kemensos tersebut. Kami bekerja dengan hati, mengedepankan tanggungjawab, mengesampingkan lelah dan penat. Semata-mata demi profesionalitas pendampingan. Tak lupa, setiap pekerjaan kami niatkan ibadah, karena di rumah ada mereka yang mengandalkan kami; mencukupi nafkah untuk keberlangsungan hidup sehari-hari.

Kemudian tibalah kami di sebuah gang utara desa, yang berjarak kurang lebih 5 (lima) kilometer dari Jalan Raya Pantura Demak-Kudus tersebut. Sebuah desa yang berada di tengah-tengah Kecamatan Gajah Kabupaten Demak; Desa Banjarsari. Sekedap mata kami tersanjung, penglihatan kami terbelalak menyaksikan pemandangan “tidak biasa” yang kami saksikan di depan mata. Ah, mungkin itu proyek dari pemerintah desa dalam pelestarian lingkungan di desa tersebut.

Sejenak kami tidak terlalu mempedulikan keindahan gratis yang tersaji di gang desa tersebut. Krisan, kenikir, hingga krokot beraneka warna tersaji indah dan tertata rapi di situ. Mungkin juga bunga-bunga indah itu liar tumbuh hingga berbunga di tepian kanan-kiri gang tersebut. Tapi andaikata bunga liar, kenapa tumbuh di sepanjang jalan dengan rapi? Pertanyaan kami dalam hati sedikit bergejolak berusaha menemukan jawaban yang shohih.

“Bu, itu kenapa bunganya kok bisa rapi berjejer di pinggir jalan ya?” tanya kami kepada salah satu warga yang kebetulan berada di dekat lokasi kami berada. “Oh itu ya pak, itu yang nanam Mbah Patimah” jawab salah seorang warga yang juga KPM PKH.  Sejenak rasa penasaran kami semakin berkecamuk. Mbah Patimah? Siapa beliau? Mungkinkah beliau petugas kebersihan desa? Atau siapa? Entahlah .

KPM PKH

Hingga survei SAGIS kami sampai pada kediaman seorang KPM bernama Patimah.  Mbah Patimah adalah seorang peserta PKH kohort 2016 yang sudah lanjut usia dengan tahun lahir 1939. Beliau tinggal bersama anaknya setelah suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. Usianya boleh 82 tahun tapi cara berjalan, raut wajah, hingga penglihatanya tidak sama sekali menunjukan usia 82 tahun yang sebenarnya. “Mbah silakan tanda tangan di sini” sahut kami yang menyodorkan tanda bukti  sudah survei melalui tandatangan beliau. “Di sini ya nak?” timpal Mbah Patimah. Letak tandatangan yang pas dan sesuai nama beliau tanpa perlu ditunjukkan beberapa kali sudah membuktikan bahwa penglihatan beliau benar-benar masih istimewa.

Dan surveipun selesai sudah. Sejenak lalu kamipun berbincang-bincang. Rasa penasaran dengan nama Patimah terus terang masih mengganjal dalam sanubari kami. “Mbah apa jenengan yang menanam bunga-bunga sepanjang gang desa itu” tanya kami menyelidik. “Iya nak, benar  sekali” jawab beliau dengan nada ringan dan biasa saja. Tetapi bagi kami jawaban itu bagaikan kata kunci yang telah membuka kotak penasaran kami akan misteri bunga indah dalam gang tersebut.

Penghargaan Pegiat Lingkungan

Ternyata Mbah Patimah bukanlah orang baru dalam pelestarian lingkungan di desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Buah kepedulian, kreatifitas, dan tangan dingin beliau dalam pelestarian alam sudah diakui pemerintah desa. Terbukti dari Piagam Penghargaan dari Pemerinta Desa Banjarsari yang beliau terima pada tahun 2020 silam yang terpasang mentereng di tembok rumah reot beliau. Hal itu semakin menambah rasa kagum kami pada Mbah Patimah. Coba kita berangan sejenak, seorang lansia berusia 82 tahun masih dengan giat peduli pada alam, mengabdikan diri pada kebersihan dan keindahan desa, tanpa mengharap imbal jasa sepeserpun. Sedangkan kita? Kerja bakti lingkungan tiap hari Jumat saja kita enggan. Membuang sampah saja kita masih di sembarang tempat. Melihat rumput tumbuh liar saja kita abai.

Obrolan kamipun berlanjut. Ternyata bukan hanya menanam bunga-bunga indah yang dilakukan Mbah Patimah dalam bakti lingkunganya. Beliau dengan ikhlas mencabuti rumput dan tanaman-tanaman liar yang mengganggu pemadangan jalan desa. “Oh jadi jenengan tadi lama dicari dan tidak ada di rumah ternyata sedang mencabuti rumput mbah?” tanya kami dengan bersemangat. “Iya nak, itu di gang sebelah ada rumah kosong yang rumputnya banyak, jadi mbah cabuti saja” jawab Mbah Patimah. Jadi jangan harap menemukan mbah Patimah duduk santai di depan rumah, beliau lebih suka jalan-jalan di sekitar kampung, mencabuti rumput atau merawat bunga-bunga yang sudah ia tanam. “Ya kalau cabang-cabang bunganya sudah panjang dan tidak rapi saya rapikan nak, biar enak dilihat mata” cerita Mbah Patimah lagi. “Mbah itu kalau lihat tanaman bagus tidak bisa tinggal diam Pak. Lha wong pernah pergi kondangan rombongan bus, beliau tega meminta sopirnya berhenti gara-gara dia lihat tanaman hias indah di tepi jalan kok pak, terus dia bawa pulang” timpal anak Mbah Patimah yang juga ikut dalam obrolan kami. Subhanallah, baru kali ini kami benar-benar menyaksikan cerita dengan mata kepala kami sendiri tentang seseorang yang begitu cinta pada alam dan lingkungan.

Semata-mata karena Ibadah

Sekali lagi kami disuguhkan pemandangan indah, seseorang yang hanya berpendidikan Sekolah Rakyat (Setingkat SD) yang tidak menguasai teori lingkungan yang diajarkan di sekolah. Yang tidak tahu menahu Undang-Undang Lingkungan Hidup. Yang tidak hafal kajian-kajian teortis pelestarian alam dan lingkungan, tetapi dia membuktikanya dengan tindakan nyata. Kerja terukur. Dan pemberdayaan lingkungan yang dilakukan secara masif.

Lantas kami tidak berhenti sampai di situ. Untuk kesekian kalinya kami disuguhi kekaguman akut yang makin membuat kami berdecak kagum. “Lantas tujuan jenangan itu apa ya mbah” tanya kami yang semakin menyelidik. “ Begini nak, mbah kan sudah tidak muda lagi, tidak kuat fisik lagi, hartapun tidak punya ya cara beramal mbah ya begini ini, mbah beramal dan beribadah dengan tenaga mbah dengan menanam bunga, mencabuti tanaman liar. Itu kan keindahan, terus orang-orang jadi suka. Lha menyenangkan hati orang kan juga ibadah to nak” jawab mbah Patimah dengan berapi-api.

Sungguh, berkah SAGIS kami hari ini mendapat pelajaran berharga dari Mbah Patimah, seorang KPM PKH Lansia yang menjadi Pahlawan Lingkungan di daerahnya. Seorang yang menasbihkan hidupnya untuk kelestarian, kebersihan, dan keindahan alam di desanya. Semoga ada Patimah-Patimah lain yang masih peduli dengan lingkungan di tengah degradasi mental sosial yang semakin meningkat tajam di era perubahan zaman yang serba sulit ini.

#SALAMSAGIS

#PeduliLingkungan

#AlamLestari

#PKHKemensos

#PKHDemak

Tambirejo, 21 Desember 2021

Mustaghfirin, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Gajah Demak

RAPAT KOORDINASI LANJUTAN PENANGANAN KASUS DI SALAH SATU PONPES DI KABUPATEN KUDUS

K U D U S, RABU 15 DESEMBER 2021 PUKUL 09.00 WIB.

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2PA) KABUPATEN DEMAK.

Memenuhi undangan dari Dinas Pemberdayaan  Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Tim PPT Harapan Baru Kab. Demak Kasi PPA (Ana Istiqomah, S.Psi, Psi), Staf (Ika Ayu Kurnia) dan  Kuasa Hukum PPT Harapan Baru (Bibik Nuruduja) membahas Finalisasi  rapat koordinasi lanjutan penanganan kasus terkait enam  santri di salah satu ponpes di Kabupaten Kudus yang salah satu santrinya berdomisili di Kabupaten Demak. Bertempat di Kantor KEMENAG Kabupaten Kudus, dengan peserta yang dihadirkan dari PPT Kab. Demak, Biro Kesra Prov. Jawa Tengah, KEMENAG Prov. Jawa Tengah, Biro Kesra Kab. Kudus,  KEMENAG Kab. Kudus, Dinas Pendidikan Kab. Kudus, Dinas Sosial P3AKB Kab. Pati,  Orang Tua Anak yang bersangkutan serta Perangkat Desa. Tujuan diadakan rapat untuk membahas bagaimana solusi serta finalisasi dari masalah  surat pindah sekolah yang tidak bisa keluar karena masalah administrasi di ponpes tsb karena orang tua kurang mampu   dan hasil dari rapat menemui jalan keluar anak sudah mendapatkan surat pindah sekolah.