
Dalam rangka tindak lanjut pemberitaan di media sosial terkait barita dampak rob di Dukuh Timbulsloko Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung, hasil assessment dan kunjungan di lapangan pada hari Rabu 25 Agustus 2021 pukul 11.00 WIB sampai selesai yang dilaksanakan oleh Peksos BRSPDM Margo Laras Pati (Wahyu dan Giri Purnomo) bersama dengan Kepala Bidang Linjamsos pada DinsosP2PA Kabupaten Demak (Titik Budiyanti,SH,MH) dan PPD (Ria Rahmawati, S.Tr.Sos) dengan Hasil Asesmen sebagai berikut :
Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung terdapat 970 KK yang tersebar di 4 dukuh yaitu Dukuh Karanggeneng terdiri dari 510 KK, Dukuh Wonorejo terdiri 200 KK, Dukuh Bogorame 125 KK dan Dukuh Timbulsloko sebanyak 135 KK. Sejak Tahun 2007 Desa Timbulsloko terkena Rob sehingga keempat dukuh terdampak sehingga banyak rumah dan jalan yang tenggelam, air terus naik setiap tahunnya.

Dukuh yang paling parah terdampak sampai saat ini ketika ada rob adalah Dukuh Timbulsloko dan satu-satunya akses jalan untuk menuju Dukuh Timbulsloko harus melewati jalan yang tergenang rob setinggi lebih dari 1 m setiap hari, banyak anak-anak sekolah untuk menuju Sekolah harus diantar menggunakan perahu berbayar Rp. 20.000,- untuk pulang pergi dan parkir motor Rp.2.000,- karena letak Sekolah Dasar yang berada di Dukuh Wonorejo Desa Timbulsloko, dan SMP atau SMA berada di luar Desa Timbulsloko.

Kondisi rumah warga Dukuh Timbulsloko semuanya tenggelam sehingga rumah-rumah direnovasi menjadi rumah panggung dan penghubung dari rumah satu ke rumah yang lainnya dihubungkan dengan jembatan terbuat dari kayu yang dibangun dari swadaya masyarakat. Dampak sosial akibat rob ini ekonomi lemah, sarana prasarana yang terbatas, sulitnya akses menuju fasilitas publik dan saat terjadi kondisi darurat (warga sakit atau akan dimakamkan) harus menunggu saat air sudah sedikit surut.
Program bantuan dari pemerintah berupa PKH, Sembako/BPNT, dan BST sudah merata di keempat dukuh. Bantuan dari BAZNAS, Komunitas, LSM dan organisasi juga sudah banyak diberikan.

Hasil wawancara dengan Kepala Desa Timbulsloko (Umar) yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan pembangunan jalan menuju Dukuh Timbulsloko karena jalan merupakan sarana vital. Harapan setelah dibangunnya jalan adalah perbaikan makam karena apabila ada warga Dukuh Timbulsloko yang meninggal harus menunggu air surut dan dibawa menggunakan perahu dan makam yang terdekat berada di Desa tetangga (Dukuh Dempet Desa Tugu) dan memakan biaya yang berat mencapai sekitar 2-5 juta.

Kesimpulan saat ini hal utama yang dibutuhkan dan memerlukan perhatian adalah perbaikan sarana prasarana jalan untuk memudahkan akses warga dalam aktifitas sehari-hari seperti bekerja, anak-anak menuju sekolah dan menuju fasilitas publik. Solusi yang diberikan dari Dinas Sosial P2PA Kab Demak akan membantu menyusun proposal yang akan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Linjamsos yang menangani bencana sosial Kementerian Sosial terkait bantuan akses jalan menuju makam.

























