Sosialisasi Dan Inovasi Bank Sampah Bagi KPM PKH

Pendamping Sosial PKH Kecamatan Wedung (IMRON MASHADI,S.Pd.I) Kamis, 27 Januari 2022 memantau  Kecamatan Wedung telah melaksanakan Sosialisasi dan Inovasi tentang Bank Sampah bagi KPM PKH yang bertempat di Aula Kecamatan Wedung. Dengan tema Pengelolaan Sampah di Kabupaten Demak.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat Pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.

Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat

Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis.

Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi Barang Ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras. Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah.

Lounching Pemberdayaan KPM PKH 2022 Desa Bumirejo Kec. Karangawen

Kamis, 27 Januari 2022 Korkab Demak 2 (LUTHFI CHALIM,S.Pd.I) didampingi oleh Pendamping Sosial PKH Kecamatan Karangawen (SUPARMAN,S.Pd.I) dan Kepala Desa Bumirejo Kecamatan Karangawen melaksanakan Lounching Pemberdayaan KPM PKH 2022 di Desa Bumirejo Kecamatan Karangawen melalui penanaman bibit anggur, dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan penghijauan dan apabila sudah berbuah dapat menambah penghasilan KPM PKH.

Bapak Mamik Slamet Dapat Bantuan Dari Tim Kebencanaan Kabupaten Demak

TKSK Kecamatan Wedung (Hardi) memonitoring Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang terkena Bencana Angin Putting beliung pada hari Selasa tanggal 18 Januari 2022 pukul 10.45 WIB oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak, kepada Bapak Mamik Slamet  yang beralamatkan di Desa Mutih Kulon RT.03/RW.01 Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, yang disaksikan dari Perangkat Desa Mutih Kulon Kecamatan Wedung, Relawan Tagana, Sibat PMI, relawan BPBD, Babinsa dari Koramil dan Babinkamtibmas dari Polsek. Tim Kebencanaan Kabupaten Demak terdiri dari Dinsos P2PA, PMI, BPBD dan BAZNAS.

Pemerintah Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kebencanaan ini memberikan bantuan kepada Bapak Mamik Slamet yang terkena musibah rumahnya Roboh dikarenakan Angin Putting beliung maka untuk meringankan beban yang dideritanya agar tidak terpuruk, tabah dan dapat bangun kembali dari ujian Allah, semoga dapat cepat membangun rumahnya kembali atau mendapatkan bantuan dari Kecamatan, Desa dan warga lainnya yang berempati.

Sedangkan bantuan yang diberikan dari DinsosP2PA Kabupaten Demak yang penyerahannya diwakili oleh Sub Koordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Bidang Linjamsos DINSOSP2PA Kabupaten Demak (Haryono) berupa Sembako tersebut, untuk dapat meringankan beban Bapak Mamik Slamet dan keluarganya yang terkena musibah rumahnya roboh tersebut.

Bapak Sukijo Desa Mutih Kulon Kecamatan Wedung Rumah Roboh Dapat Bantuan Logistik

DEMAK-Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang Rumahnya Roboh milik Bapak Sukijo pada hari Jum’at 21 Januari 2022 pukul 05.00 WIB yang beralamatkan di Desa Mutih Kulon RT.02/RW.04 Kecamatan Wedung Kabupaten Demak dikarenakan Angin Putting beliung.

Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang terkena Bencana Angin Putting beliung pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 pukul 11.15 WIB oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak, kepada Bapak Sukijo  yang beralamatkan di Desa Mutih Kulon RT.02/RW.04 Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, yang disaksikan dari Perangkat Desa Mutih Kulon Kecamatan Wedung, Relawan Tagana, Sibat PMI, relawan BPBD, Babinsa dari Koramil dan Babinkamtibmas dari Polsek. Tim Kebencanaan Kabupaten Demak terdiri dari Dinsos P2PA, PMI, BPBD dan BAZNAS.

Pemerintah Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kebencanaan ini memberikan bantuan kepada Bapak Sukijo yang terkena musibah rumahnya Roboh dikarenakan Angin Putting beliung maka untuk meringankan beban yang dideritanya agar tidak terpuruk, tabah dan dapat bangun kembali dari ujian Allah, semoga dapat cepat membangun rumahnya kembali atau mendapatkan bantuan dari Kecamatan, Desa dan warga lainnya yang berempati.

Sedangkan bantuan yang diberikan dari DinsosP2PA Kabupaten Demak yang penyerahannya diwakili oleh Sub Koordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Bidang Linjamsos DINSOSP2PA Kabupaten Demak (Haryono) berupa Sembako tersebut, untuk dapat meringankan beban Bapak Sukijo dan keluarganya yang terkena musibah rumahnya roboh tersebut.

Bantuan Logistik Untuk Rumah Roboh Di Desa Mutih Kulon Kecamatan Wedung

TKSK Kecamatan Wedung (Hardi) memonitoring Pelaksanaan Pemberian bantuan kepada warga masyarakat yang terkena Bencana Angin Putting beliung pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022 pukul 11.15 WIB oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak, kepada Bapak Sukijo  yang beralamatkan di Desa Mutih Kulon RT.02/RW.04 Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, yang disaksikan dari Perangkat Desa Mutih Kulon Kecamatan Wedung, Relawan Tagana, Sibat PMI, relawan BPBD, Babinsa dari Koramil dan Babinkamtibmas dari Polsek. Tim Kebencanaan Kabupaten Demak terdiri dari Dinsos P2PA, PMI, BPBD dan BAZNAS.

Pemerintah Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kebencanaan ini memberikan bantuan kepada Bapak Sukijo yang terkena musibah rumahnya Roboh dikarenakan Angin Putting beliung maka untuk meringankan beban yang dideritanya agar tidak terpuruk, tabah dan dapat bangun kembali dari ujian Allah, semoga dapat cepat membangun rumahnya kembali atau mendapatkan bantuan dari Kecamatan, Desa dan warga lainnya yang berempati.

Sedangkan bantuan yang diberikan dari DinsosP2PA Kabupaten Demak yang penyerahannya diwakili oleh Sub Koordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Bidang Linjamsos DINSOSP2PA Kabupaten Demak (Haryono) berupa Sembako tersebut, untuk dapat meringankan beban Bapak Sukijo dan keluarganya yang terkena musibah rumahnya roboh tersebut.

ASSESMENT AWAL UNTUK ANAK YATIM/PIATU/YATIM PIATU YANG ORANG TUANYA MENINGGAL TERDAMPAK COVID – 19 KABUPATEN DEMAK TAHUN 2022 BERSINERGI DENGAN YAYASAN SETARA DAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

D E M A K, RABU 26 JANUARI 2022.

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2PA) KABUPATEN DEMAK.

Tim Assesment Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Demak Staf (Dita Ayu Cahyaningrum, S.Psi) melakukan kegiatan dalam rangka  assessment awal untuk anak yatim/piatu/yatim piatu yang orang tuanya meninggal terdampak covid 19 di Kab. Demak. Assesment dilakukan di empat titik di Kecamatan Demak : Desa Tempuran, Desa Bolo, Desa Bango dan Desa Turirejo dengan kategori usia anak  dibawah 15 Th untuk Kab. Demak terdapat  22 anak yang mendapatkan Bantuan  Sepesifik Anak berupa tabungan pendidikan sebesar Rp. 750.000. Tujuan assessment untuk mengetahui bagaimana kondisi anak tersebut serta keluarganya dan kebutuhan yang diperlukan untuk memastikan natinya bantuan dapat tepat guna bermanfaat dan sesuai dengan data penerimanya apabila ditemui adanya indikasi kebutuhan pendampingan bagi anak dan pengasuh  dapat diberikan Konseling dan bantuan Pisikososial dapat segera dirujuk ke PUSPAGA/PPT Harapan Baru Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak.

DESA TEMPURAN

DESA BOLO

DESA BANGO

DESA TURIREJO

RAPAT KOORDINASI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS EKONOMI PEREMPUAN (PPEP) TAHUN 2022

S E M A R A N G, SELASA 25 JANUARI 2022 PUKUL 09.00 WIB.

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN DEMAK (P2PA). Memenuhi undangan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan Tahun 2022 yang dilaksanakan di  Kantor BAPPEDA Prov. Jawa Tengah Gedung A Lantai 6 Jln. Pemuda No. 127 Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh Plt. Kabid Bidang P2PA Kab. Demak (Maftukhah Kurniawati, SH.MH) dan Staf (Kusmiyati). 

Kegiatan membahas rencana pelaksanaan kegiatan PPEP Tahun 2022 di 130 lokasi yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota, dengan peserta  20 orang perempuan per titik lokasi. PPEP kegiatan yang bertujuan untuk memampukan perempuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendampingan teknis yang disesuaikan dengan potensi kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu bentuk advokasi kebijakan dan pendampingan peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi  terutama untuk pemulihan ekonomi Pasca Pandemi.

Waktu pelaksanaan Kegiatan PPEP direncanakan dalam rentan waktu bulan Februari – November 2022 (10 Bulan) dengan  Kriteria  Peserta PPEP  :

  1. Perempuan Kepala Keluarga
  2. Perempuan Penyandang Disabilitas
  3. Perempuan/IRT ODHA
  4. Perempuan Korban Kekerasan
  5. Perempuan generasi Milenial
  6. Perempuan Buruh Migran Purna
  7. Perempuan Miskin Produktif

Jenis pelatihan yang dilaksanakan : Olahan Pangan, Non Olahan Pangan. Salon/MakeUp/Kecantikan, Packaging  Produk dll yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Kegiatan PPEP bekerjasama dengan Yayasan ASSPUK , YSKK, YASANTI, DINKOP UMKM JATENG, DINSOS PROV JATENG, BBLK Kemnaker Semarang, LPPM Undip & LPPM Unnes dan DT Peduli.

Pemberian Bantuan Sosial Kepada Penyandang Disabilitas Mental Desa Mlaten Kecamatan Mijen

Hari Selasa 18 Januari 2022 pukul 11.30 WIB, Pendamping Penyandang Disabilitas Bidang Rehabsos pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (Ria Rahmawati,S.Tr.Sos) memberikan Bantuan Sosial paket Sembako bagi Penyandang Disabilitas mental di Desa Mlaten Kecamatan Mijen, maksud dari pemberian bantuan tersebut untuk meringankan beban mental dan kebutuhan dasarnya.

Konsultasi dan Koordinasi Di Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak (Titik Budiyanti,SH,MH) dan Koordintor Kabupaten (Korkab) Demak 1, Korkab Demak 2 dan Korkab Demak 3 melaksanakan Konsultasi dan Koordinasi di Direktur Jaminan Sosial Keluarga Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI yang diterima oleh Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Bidang Validasi dan Terminasi (Radik Karsadiguna,AKS,M.Si) dan Sub Koordinator Bidang Validasi dan Terminasi, pada hari Jum’at 21 Januari 2022 pukul 08.30 WIB-10.00 WIB yang bertempat di Ruang rapat Direktur Jaminan Sosial Keluarga Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI.

Maksud dan tujuan konsultasi tersebut dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2021 tentang Kementerian Sosial, dalam peraturan tersebut tinggal 3 Dirjen, sedangkan SDM pendamping sosial PKH akan berpindah ke dirjen lainnya serta banyaknya saldo yang kosong di KPM PKH.

Penjelasan dari Bapak Radik Karsadiguna,AKS,M.Si bahwa terkait dengan SOTK dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2021 sudah ditandatangani itu hanya sampai eselon 1 untuk kebawahnya belum ada akan muncul di Peraturan Menteri Sosial. Struktur hanya pasti sampai eselon 2 sedangkan eselon 3 dan eselon 4 hilang, untuk eselon 3 menjadi koordinator dan eselon 4 menjadi sub koordinator.

Direktorat Jaminan Sosial Keluarga ini akan menjadi Direktorat Jaminan Sosial tetap rencananya menangani 2 program bantuan sosial yaitu BPNT/Sembako dan PKH khusus untuk Bantuan Sosialnya, ini masih tentatif.

Sedangkan Program PKH isunya akan dilaksanakan 2 Dirjen untuk Penanganan sosialnya Anak, Lansia dan Disabilitas di Dirjen Rehabilitasi Sosial dan Pemberdayaannya di Dirjen Pemberdayaan Sosial, khusunya untuk bantuan sosialnya PKH informasinya belum jelas masih di 2 Dirjen Dayasos apa Linjamsos.

Status SDM jelas mengikuti Program nanti menyesuaikan karena Proses Bisnis misalnya verval, pemutakiran data, penyaluran bansos dll hanya menyesuaian revie pedum dan juknis.  SDM Pendamping PKH nantinya menjadi Pendamping Sosial secara Umum, tidak hanya menjadi pendamping PKH.

MONITORING DAN KOORDINASI PERKEMBANGAN DESTARA DAN PPEP DI DESA KEBONBATUR KECAMATAN MRANGGEN TAHUN 2022

D E M A K, JUM’AT 21 JANUARI 2022 PUKUL 09.00 WIB.

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2PA) KABUPATEN DEMAK.

Plt. Kabid Bidang P2PA Kab. Demak (Maftukhah Kurniawati, SH.MH) bersama  Analis Kebijakan Ahli Muda Fungsional (Ana Istiqomah, S.Psi, Psi) dan Staf (Kusmiyati) melaksanakan agenda monitoring dan koordinasi terkait DESTARA (Desa Sejahtera Ramah Perempuan dan Peduli Anak ) dan PPEP (Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan) Desa Kebonbatur Meranggen. Tujuan kunjungan ke Desa adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan Kelompok PPEP Desa dan tindak lanjut Program DESTARA di Kebonbatur setelah dilakukan Launching. Kegiatan yang berkaitan dengan Indikator/program Destara segera dipenuhi dan dijalankan tak lupa juga didokumentasikan sebagai data dukung kegiatan serta tiap kegiatan melibatkan forum anak desa.  Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak akan menjadi episentrum baru pembangunan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan anak, menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis rumahan sehingga ibu rumah tangga memiliki otonomi dalam pendapatan rumahan.