Rabu, 10 Juni 2020, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mengadakan webinar yang dihadiri oleh Pejabat Struktural Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI, Perwakilan Dinas Sosial dari 34 Provinsi, Koordinator Regional, Koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten/Kota PKH, dan Pendamping Sosial Tugas Khusus. Acara webinar tersebut menghadirkan 2 narasumber yaitu Prof. Sunaryo Kartadinata, Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan dan Kyrgyzstan, serta Pakar Pendidikan dan Euis Nurhidayati yang merupakan mahasiswi bimbingan Prof. Sunaryo Kartadinata.

Prof. Sunaryo Kartadinata dalam pengantarnya menuturkan pendidikan adalah upaya normatif yg membawa manusia dari kondisi apa adanya ke kondisi sebagaimana mestinya sesuai dengan salah satu tujuan Negara Republik indonesia. Maka dari itu perlu untuk mengembangkan pendidikan alternatif untuk anak keluarga mampu agar dapat merubah pola pikir mengenai bagaimana agar cara anak bisa sekolah namun juga bisa bekerja. Mata rantai kemiskinan dapat dihapus dengan adanyanya hubungan koordinasi dan kolaborasi antar instansi.

Ibu Euis Nurhidayati menambahkan, PKH sudah mengar ke tujuan RI tentang makna pendidikan. Salah satu tugas kita adalah bagaimana kita menghargai mereka yang mencari uang namun juga memotivasi mereka untuk sekolah atau mengenyam pendidikan. Pendidikan Real Life System (RLS), menekankan pengembangan pola pikir, agar anak yg mengalami deprivasi budaya mampu mensikapi realitas hidup, belajar maupun bekerja demi masa depan yg lebih baik. Karena dalam RLS anak yg mengalami deprivasi budaya adalah hidup, bekerja dan belajar (dimana prioritas bekerja), maka diperlukan inovasi program pendidikan berbasis RLS. Pendidikan berbasis RLS mengubah pola pikir dimana yang awalnya prioritas hidup dan bekerja (mengesampingkan belajar), menjadi hidup, bekerja, dan belajar tersingkronkan dengan baik. Program pendidikan berbasis RLS memerlukan peran orang tua dalam RLS dengan berdialog dengan anak agar memahami kekurangan dan kelebihan pendidikan anak.

Dalam PKH, Pendamping Sosial PKH dapat menjalankan proses bimbingan kepada KPM sebagai orang tua melalui Pertemuan Kelompok. Agar terjadi peningkatan kemampuan keluarga kita harus memaksimalkan Pertemuan Kelompok. Jika pendidikan RLS diterapkan dalam PKH, dana pendidikan yang diberikan, didorong dengan pola pikir yang baik, akan memberikan signifikansi perkembangan kesejahteraan keluarga KPM. Pendidikan yang baik dapat menumbuhkan ekonomi yang lebih baik juga.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan diskusi dari Kemensos kepada rektorat agar dapat memudahkan bagi anak KPM yang ingin mengakses kuliah. Selain mempersiapkan penerimaan masuk kuliah, perlu juga dipersiapkan peluang kerjanya. Tentunya dengan mengintegrasikan antara hidup, belajar, dan bekerja. Terkait kurikulum yang akan dijadikan dasar, tidak perlu kiranya dibuatkan kurikulum baru. Cukup dengan reorganisasi kurikulum yang sudah ada, dimana memungkinkan belajar sambil bekerja. Metode luar sekolah sangat memungkinkan, mengingat sekarang ini batas antara luar sekolah dan sekolah sangatlah tipis. Sudah banyak yang berhasil melakukan metode luar sekolah.

Membangun Keberlanjutan Pendidikan Bagi Anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *