Berbekal usaha bengkel las yang didirikan oleh suaminya, Ibu Muslimah berani mentas dari kepesertaan PKH setelah 8 tahun beliau terdaftar menjadi anggota. Ya, sejak pertama kali mendapatkan bantuan yakni tahun 2012, Ibu Muslimah yang hanya memiliki 1 kategori anak sekolah ini hanya mengandalkan bantuan tersebut. Hidupnya yang dulu tak seperti yang sekarang, setelah suaminya membuka usaha bengkel las, perlahan hidupnya mulai membaik. Dari penghasilan suaminya tersebut, Ibu Muslimah dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dan dapat menyekolahkan anaknya, bahkan beliau merasa banyak orang-orang di sekelilingnya yang lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Atas saran dari suaminya, Ibu yang beralamat di Desa Kebonbatur RT 05 RW 06 Kecamatan Mranggen ini dengan mantap dan sukarela mengundurkan diri. Pendamping Sosial Kebonbatur, Kholifatun berpesan, Menjadi KPM PKH bukanlah cita-cita, berani berkata jujur “Saya sudah mampu!!’ itu baru juara.

Kisah Inspirasi Graduasi Mandiri dari Desa Kebonbatur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *