Graduasi mandiri atas nama Isroh. Peserta kohort 2012 ini tinggal bersama suami, dan tiga anak di Tembilutan Rt 03 Rw 11 Sumberejo Bonang. Saat ini perempuan berusia 46 tahun ini hanya menyekolahkan satu yang masih berada di kelas 4 SD.
Dalam satu tahap (3 bulan), Isroh terlihat hadir dalam pertemuan kelompok hanya satu atau dua kali saja. Karena Isroh bekerja di sawah sebagai buruh tani. Kendati demikian Suratni (suami) selalu mewakilinya. Termasuk pada saat menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri. Sedangkan Suratni adalah seorang pekerja bangunan. Terkadang ia ngerosok di Semarang jika tidak ada pekerjaan bangunan.
Memang tidak memiliki asset yang menjadi usaha mandirinya. Akan tetapi kedua pasangan suami istri ini giat dalam bekerja. Sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah. Acap kali, anak sulung dan anak kedua turut menyokong keuangan keluarga. Membantu memenuhi kebutuhan keluarga seolah menjadi kewajiban bagi mereka sebagai anak yang tengah bekerja dan masih satu rumah dengan orang tua.
Dilihat dari rumah Isroh, sudah tidak lagi lantai tanah. Dan hanya membiayai satu anak sekolah membuatnya tidak membutuhkan bantuan bersyarat (PKH) lagi. Sehingga Isroh bersedia untuk digraduasi.

