RAKOR PKH KABUPATEN DEMAK BULAN JUNI TAHUN 2019

Kegiatan rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan rutin setiap bulannya ini diadakan di ruang Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak (27/06). Rakor yang diikuti oleh perwakilan dari PPKH Kecamatan dari 14 Kecamatan yang terdiri dari Koordinator Kecamatan dan Pendamping Sosial. Sebagai narasumber dalam rakor tersebut adalah Koordinator Kabupaten.

Dalam rakor tersebut membahas perihal pembentukan ulang terkait orientasi kerja SDM PKH, pemutakhiran data KPM PKH dan verifikasi dan validasi (verivali) KPM PKH yang masuk dalam Desil 4 dan 4+ pada BDT, graduasi sejahtera mandiri, rekonsiliasi penyaluran PKH, FDS, Komplementaritas, publikasi, dan SOP dan kedisiplinan pegawai. Hal utama yang menjadi tujuan pelaksanaan rakor adalah sebagai evaluasi pelaksanaan program yang telah dilalui serta merencanakan strategi pelaksanaan program ke depannya yang lebih baik.

PENINGKATAN SDM PKH KEC. WEDUNG

Dalam meningkatkan semangat kerja tim yang solid, PKH Kecamatan Wedung mengadakan sebuah kegiatan peningkatan SDM yang diikuti oleh seluruh SDM Pelaksana PKH Kecamatan Wedung (26/06). Lokasi yang dipilih dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah di kawasan pantai Tambak Gojoyo, Desa Wedung Kecamatan Wedung.

Kegiatan peningkatan SDM bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan kekompakan sehingga bisa tercipta kerja tim SDM PKH yang lebih baik. Dengan kerja tim yang lebih maka diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas menjadi lebih baik pula.

SENAM SEHAT SDM PKH

Senam sehat bersama yang berlangsung di halaman kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak tersebut diikuti oleh seluruh SDM Pelaksana PKH se-Kabupaten Demak mulai dari unsur Pendamping Sosial, Administrator Pangkalan Data, Pekerja Sosial Supervisor dan Koordinator Kabupaten. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh jajaran Dinsos P2PA, dan SLRT (21/06).

 

Kegiatan senam sehat yang diadakan setiap satu bulan sekali tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun tidak hanya itu, ada manfaat lain yang bisa didapat yaitu untuk meningkatkan keakraban dan kekompakan antar sesama SDM PKH sehingga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja tim yang solid sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas menjadi lebih baik.

Pemberian Bantuan Bencana Kebakaran di Kecamatan Mranggen

Pemberian Bantuan Korban Bencana Rumah Kebakaran di karenakan Konsliting Listrik 3 Rumah Dusun Ngaluran RT.02 RW.04 Desa Tegalarum Kecamatan Maranggen di rumah Bpk Jumaedi, Bpk Zaenal Arifin dan Bpk H. Maryono.

Pelaksanaan Pemberian Bantuan dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 27 Juni 2019 kepada Bapak Jumaidi, Bpk Zaenal Arifin dan Bpk Maryono oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak.

Tim Kebencanaan terdiri dari Dnsos P2PA, PMI,  BPBD,  BAZNAS, disaksikan Oleh Camat Mranggen, Sekcam,  Kepala desa, dan TAGANA.

Adapun Bantuannya dari Tim Kebencanaan berupa uang, sembako, peralatan sandang, dapur, dan peralatan tidur. Untuk meringankan beban penderitaan yang terkena bencana kebakaran. (Bidang Linjamsos).

Pemberian Bantuan Bencana Kebakaran di Kecamatan Dempet

Pemberian Bantuan Korban Bencana Rumah Kebakaran di karenakan lupa mematikan kompor gas, 2 rumah di Kecamatan Dempet yaitu rumah Bapak Suroto dan Bapak Supriyadi Desa Kramat Rt 06 Rw 02 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Kejadian tanggal 20 Juni 2019 jam 20.45 WIB.

Pelaksanaan Pemberian Bantuan dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 25 Juni 2019 kepada Bpk suroto dan Bpk supriadi oleh Tim Kebencanaan Kabupaten Demak.

Tim Kebencanaan terdiri dari Dnsos P2PA, PMI,  BPBD,  BAZNAS.

Adapun Bantuannya dari Tim Kebencanaan berupa uang, sembako, peralatan sandang, dapur, dan peralatan tidur. Untuk meringankan beban penderitaan yang terkena bencana kebakaran. (Bidang Linjamsos).

PEMBINAAN GERAKAN SAYANG IBU DAN ANAK TAHUN 2019

Kegiatan Pembinaan Gerakan Sayang Ibu Dan Anak yang dilaksanakan di Desa  Pilangrejo Kecamatan Wonosalam Kab. Demak, Pada hari Rabu, 26 Juni 2019 di ruang Aula Kelurahan Desa Pilangrejo. Acara di buka secara langsung oleh Kasi  KHPK (Kualitas Hidup Perempuan Dan Keluarga ) Bidang P2PA Pada DINSOSP2PA Kab. Demak, Rahayu Puji Lestari, S.SiT. Pembinaan GSIB fokus di Desa Pilangrejo Kec. Wonosalam dengan narasumber dari TP PKK , Dinas Kesehatan dan DINSOSP2PA Kab. Demak dalam rangka pemenuhan administrasi dan data dukung GSIB yang dilaksanakan di desa Pilangrejo untuk mewakili administrasi GSIB tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pelayanan Publik SLRT Kabupaten Demak

Adapun Pelayanan Publik yang di layani oleh SLRT yakni :

  1. KIP (Kartu Indonesia Pintar);
  2. KIS (Kartu Indonesia Sehat);
  3. KKS (Kartu Kesejahteraan Sosial);
  4. PKH (Program Keluarga Harapan);

    Bantuan dari Pemerintah Pusat


  5. KJS (Kartu Jateng Sejahtera);

    Bantuan dari Pemerintah Provinsi


  6. JAMKESDA (Jaminan Kesehatan Daerah);
  7. REKOM SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu);
  8. PENGADUAN LAIN.                                                                     

    Bantuan dari Pemerintah Daerah


    Berikut Grafik Pelayanan di SLRT Kabupaten Demak :

 

SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu) Kabupaten Demak

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu

SLRT adalah sistem layanan yang membantu untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan profil dalam Daftar Penerima Manfaat dan menghubungkan mereka dengan programprogram perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat, provinsi, dan Kabupaten/Kota) sesuai dengan kebutuhan mereka. SLRT juga membantu mengindentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhankeluhan tersebut ditangani dengan baik.

Untuk Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan guna mendukung peningkatan kualitas layanan perlindungan sosial yang komprehensif dan terintegratif. SLRT memiliki empat fungsi utama yaitu: integrasi layanan dan informasi; identifikasi keluhan, rujukan dan penanganan keluhan; pencatatan kepesertaan dan kebutuhan program; dan pemutakhiran Daftar Penerima Manfaat secara dinamis dan berkala di daerah. 

Dalam penanggulangan kemiskinan, pemerintah saat ini telah menyelenggarakan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan serangkaian program perlindungan sosial skala nasional yang mencakup 40% masyarakat berpendapatan terendah, diantaranya Program Beras Bersubsidi bagi Penduduk Berpenghasilan Rendah (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Sehat (PIS) yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Tujuan Penyelenggaraan SLRT :

  • Meningkatkan akses rumah tangga/keluarga miskin dan rentan terhadap multi-program/layanan;
  • Meningkatkan akses rumah tangga/keluarga paling miskin dan paling rentan maupun penyandang masalah sosial lainnya terhadap program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan;
  • Meningkatkan integrasi berbagai layanan sosial di daerah sehingga fungsi layanan tersebut menjadi lebih responsif;
  • Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam “pemutakhiran” Daftar Penerima Manfaat secara dinamis dan berkala serta pemanfaatannya untuk program-program perlindungan sosial di daerah;
  • Memberdayakan masyarakat untuk lebih memahami hak-haknya terkait layanan dan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan;
  • Meningkatkan kapasitas Pemerintah di semua tingkatan dalam mengkoordinasikan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan; dan
  • Memberikan masukan untuk proses perencanaan dan penganggaran perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan agar lebih memihak kepada masyarakat miskin dan rentan.

Sasaran SLRT

  • Kelompok masyarakat miskin dan rentan (rumah tangga, keluarga, dan individu). Kelompok masyarakat miskin adalah orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan nasional. Kelompok rentan adalah orang-orang yang memiliki status sosial ekonomi 40% terbawah berdasarkan Data Terpadu (Daftar Penerima Manfaat).
  • Kelompok masyarakat yang paling miskin dan rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan/anak terlantar, lanjut usia, masyarakat adat terpencil, dan lain lain

Berikut video SLRT di Kabupaten Demak, Jawa Tengah :

Graduasi Sejahtera Mandiri Periode Minggu ke 3 Juni 2019

Persembahan yang luar biasa dari para Pendamping Sosial PKH di akhir pekan ini, sebanyak 83 KPM PKH Kabupaten Demak bersedia mengundurkan diri selama satu minggu ini dan bisa di-Graduasi Sejahtera Mandiri sehingga akan diberhentikan dari kepesertaan PKH yang merupakan bagian dari strategi transformasi PKH (23/06).

Adapun KPM yang mengundurkan diri dari kepesertaan PKH tersebut merupakan KPM yang sudah sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Graduasi ini dapat menjadi kontribusi dalam upaya penurunan angka kemiskinan karena kemudian ditindaklanjuti dengan pemutakhiran BDT.

 

Pelaksanaan Verifikasi Lapangan KLA Kab. Demak Tahun 2019

Pelaksanaan Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak Tahun 2019 yang di laksanakan pada hari Jum’at, 21 juni 2019 di Ruang Parahita Lt 3 Dinas PPA Dalduk KB Provinsi Jawa Tengah Jalan Pamularsih No. 28 Semarang yang dihadiri 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Demak Layak Anak Siap Menuju Peringkat Lebih Atas Peroleh Penghargaan Anugrah Kabupaten Layak Anak Dari Pratama Menuju Madya usaha tersebut dilaksanakan oleh Tim KLA dalam pengisian mandiri mendapatkan nilai 927,95 setelah dilakukan verifikasi administrasi kroscek dengan data dukung nilai turun menjadi 641,45. Kelemahan Kab. Demak rata-rata hamper sama dengan Kabupaten/Kota yang lain lemah di data dukung Kelembagaan dan masing-masing klaster, Tim Verifikasi Lapangan memberikan waktu 2 (dua) hari untuk melakukan pemenuhan dokumen guna mencapai batas nilai minimal 700 dari 641.45 sehingga Kabupaten Demak masih membutuhkan tambahan nilai sejumlah 59 (sedang diupayakan pemenuhannya oleh Tim KLA Kab. Demak) untuk aman dalam perolehan Kabupaten Layak Anak dari Pratama ke Peringkat Madya dan bersyukur apabila data pelengkap mendapat tambahan nilai sehingga loncat perolehannya dari Pratama ke Nindya.